Senin, 18 September 2017

Pengukuhan Guru Besar, Rektor: Dosen Harus Lebih Kreatif

UNAIR NEWS – Rektor Universitas Airlangga Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak., CMA., dalam sambutan pengukuhan guru besar mengatakan, agar para dosen saat ini harus lebih kreatif lagi. Kreatifitas itu bisa dalam memberikan pendidikan dan pengajaran kepada mahasiswa maupun kreatif dalam melakukan riset sebagai bagian dari Tri Darma Perguruan Tinggi.
“Dalam mengajar, dosen tidak boleh menggunakan metode tahun 70’an untuk mendidik mahasiswa saat ini. Kompetensi kita sangat dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing bangsa. Maka, keatifitas harus terus kita tingkatkan,” terang Rektor UNAIR dihadapan hadirin pengukuhan yang dilangsungkan Sabtu (16/9).
Pernyataan itu terlontar mengingat, salah satu guru besar yang baru dikukuhkan Prof Badri Munir Sukoco dalam orasi ilmiahnya menyebutkan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggungjawab besar dalam mencetak creative class. Melalui Creative class ini lah yang memungkinkan sebuah negara memiliki daya saing.
“Creative class akan banyak berperan mengendalikan kehidupan kita. Aplikasi-aplikasi yang memudahkan manusia kini banyak bermunculan. Mulai dari membeli barang, makanan, maupun alat-alat kebutuhan yang lain. Ke depan akan banyak yang sifatnya artifisial. Untuk itu, sebagai dosen harus bisa mencetak SDM yang memiliki kreativitas tinggi,” ucap Nasih.
Maka dari itu, profesor asal Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu mengatakan, ketiga guru besar yang baru dikukuhkan memiliki amanah yang sangat berat. Amanah itu bukan hanya kreatif dalam mencetak mahasiswa menjadi SDM yang unggul, namun juga kreatif dalam melakukan berbagai riset.
“Dengan tambahan guru besar ini semoga memperkuat SDM kita yang kreatif,” ucap Nasih.
Tiga guru besar yang dikukuhkan itu adalah Prof. Badri Munir Sukoco, S.E., MBA., Ph.D (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Prof. Dr. Yosephine Sri Wulan Manuhara, Dra., M.Si (Fakultas Sains dan Teknologi), dan Prof. Dr. Tuti Kusumaningsih, drg., M.Kes (Fakultas Kedokteran Gigi).
Pengukuhan guru besar menambah jumlah profesor yang dimiliki UNAIR, yakni sejumlah 173 guru besar aktif sejak UNAIR menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), dan 465 sejak UNAIR berdiri tahun 1954. (*)
Penulis : Binti Q. Masruroh
Editor    : Nuri Hermawan
Sumber : http://news.unair.ac.id/2017/09/19/pengukuhan-guru-besar-rektor-dosen-harus-lebih-kreatif/
Daftar Fakultas Di Universitas Airlangga
1.      Fakutas Kedokteran
3.      Fakultas Hukum
6.      Fakultas Vokasi
8.      Fakultas Keperawatan
9.      Fakultas Farmasi

FKH Gelar Kuliah Umum Internasional

UNAIR NEWS – Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) kedatangan tamu spesial Selasa pagi (19/9). Mereka adalah Dr Jeffrey C. Mariner DVM, PhD. dan Prof. Dr. Jeffrey K. Griffiths, MD., MPH&TM dari Tuft University, Amerika Serikat. Keduanya memberikan kuliah tamu di ruang Tandjung Adiwinata, lantai 2, gedung dekanat.
Dr. Mariner adalah seorang Veterinary Epidemiologist yang pernah melakukan penelitian di Indonesia. Khususnya, di pulau Jawa. Tak mengherankan, kuliahnya kali ini mengambil tema Mass Vaccination and the Incidence of Highly Pathogenic Avian Influenza on Java Island: A One Health Perspective.
Dalam kesempatan itu, dia menjelaskan banyak hal tentang flu burung. Salah satunya, soal tantangan yang mutlak dihadapi di Indonesia. Antara lain, soal kepadatan penduduk dan kecepatan regenerasi dari unggas yang hidup di lingkungan masyarakat.
“Nah, tugas para peneliti adalah menghadapi tantangan dan memberikan solusi kongkret,” urai lelaki yang menamatkan program doktoral di University of Guelph tersebut.
Setelah presentasi dari Mariner, giliran Prof Griffith yang memberikan penjelasan pada para mahasiswa dan dosen. Guru Besar di bidang Public Health and Community Medicine ini berbicara tentang Water and Environment Spread of Antimicrobial Resistense.
Dia menggarisbawahi tentang pentingnya memahami perkembangan teknologi untuk menyelesaikan persoalan kesehatan yang berasal dari air dan lingkungan sekitar. Semakin hari, problem di sekitar makin kompleks. Sehingga, butuh pengetahuan dari beberapa aspek untuk menghadapinya.
Di tempat yang sama, Faculty Ambassador Muchammad Yunus PhD menuturkan, event ini sengaha digelar untuk memberikan wawasan global pada sivitas akademika. “Mari kita belajar dari berbagai sumber. Kuliah umum ini adalah kesempatan emas untuk mengisi pengetahuan kita tentang Veterinary Epidemiologi dan Enviromental Epidemiologi,” ungkapnya.
Kuliah umum ini diselenggarakan atas kerjasama antara UNAIR dan Indohun atau Indonesia One Health University Network. Saat ini, UNAIR memiliki One Health Collaboration Center (OHCC) yang diberi nama Airlangga Disease Prevention and Research Center (ADPRC). Selain UNAIR, kampus lain yang memiliki OHCC adalah UGM dan Udayana.
ADPRC ini bakal fokus untuk membantu pemerintah untuk menangani persoalan penyakit infeksi, khususnya zoonosis. Berdirinya ADPRC, didukung penuh oleh Indohun. Tak heran, ke depan, akan banyak event atau kegiatan ADPRC yang terkoneksi dengan Indohun. ADPRC akan fokus pada kajian bidang kesehatan manusia, kedokteran hewan, kesehatan lingkungan, dan menciptakan produk tepat guna. (*)
Sumber : http://news.unair.ac.id/2017/09/19/fkh-gelar-kuliah-umum-internasional/
Daftar Fakultas Di Universitas Airlangga
1.      Fakutas Kedokteran
3.      Fakultas Hukum
6.      Fakultas Vokasi
8.      Fakultas Keperawatan
9.      Fakultas Farmasi

Tantangan Universitas Menghadapi Revolusi Industri 4.0

UNAIR NEWS – Apakah universitas masih relevan dan bisa bertahan hidup ketika dunia terus berubah? Inilah pertanyaan yang mendasari fokus penelitian Badri Munir Sukoco dan mengantarkannya menjadi profesor termuda yang lahir dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga.
Laki-laki kelahiran Lumajang, 11 September 1978 itu, dikukuhkan sebagai profesor bidang Manajemen dengan membawakan orasi ilmiah berjudul “Orkestrasi Kapabilitas Dinamis untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa”.
Tahun 2013 lalu, perusahaan Google mengumumkan bahwa tidak perlu menggunakan ijazah untuk masuk sebagai karyawan Google. Ernst & Young dan beberapa perusahaan lainnya pun menerapkan hal serupa.
Keadaan ini diperkuat dengan kenyataan di lapangan mengenai besaran mahasiswa yang lulus lama. Belum lagi, usai lulus mereka masih susah untuk mencari lapangan kerja. Lantas, masihkah universitas relevan untuk turut andil dalam meningkatkan daya saing bangsa?
“Diakui atau tidak, universitas adalah lembaga yang bisa mencetak creative class. Creative class lah yang menentukan sebuah negara punya daya saing,” ucap Prof Badri.
Berdasarkan riset yang ia lakukan, saat ini hanya terdapat 7,93 persen  creative class di Indonesia. Sementara sesuai prediksi Pricewaterhouse Coopers, Indonesia akan menjadi lima besar negara dengan ekonomi terbaik di dunia jika creative class mencapai 20 persen.
“Creative class dibentuk oleh universitas. Sedangkan universitas kalau ingin menciptakan creative class harus bisa memprediksi kira-kira pekerjaan apa yang akan eksis dalam tahun-tahun ke depan,” ungkap Prof Badri.
Jika melakukan kilas balik pada lima hingga sepuluh tahun lalu, pekerjaan seperti driver online, pengantar makanan online, pengembang aplikasi android, tidak pernah ada sebelumnya. Sebaliknya, pekerjaan-pekerjaan yang dapat digantikan mesin semakin bermunculan.
“Sebentar lagi sepertinya otomasi-otomasi ini akan berlangsung. Profesi seperti akuntan, lawyer (pengacara), dokter, akan banyak pekerjaan yang tereduksi,” imbuh Prof Badri.
Lalu, apa yang harus dilakukan universitas untuk meningkatkan creative class hingga mencapai 20 persen?
“Universitas harus melakukan reorientasi strategi. Selama ini, apa yang dibutuhkan pasar, ya, universitas yang menyediakan. Harusnya universitas juga memproyeksi pekerjaan apa yang kira-kira sepuluh tahun lagi akan banyak diburu,” ujar dosen berprestasi I UNAIR tahun 2015 itu.
Langkah selanjutnya menurut Prof Badri, terdapat tiga proses yang harus dilakukan oleh universitas untuk mengadaptasikan kapabilitasnya melalui sensing, seizing, dan reconfiguring.
“Melalui sensing, universitas harus secara konstan melakukan scanning, mencari, dan mengeksplorasi perkembangan teknologi dan perubahan di pasar, baik lokal maupun distant (industri dan global),” ungkapnya.
Kedua, terkait dengan memperluas peluang (seize opportunities), universitas dapat berkoordinasi dengan lembaga beasiswa seperti Lembaga Penyandang Dana Pendidikan untuk mengirim generasi muda Indonesia ke luar negeri untuk belajar dengan universitas-universitas terbaik dunia.
“Menempatkan calon-calon dosen baru pada berbagai pusat perkembangan teknologi yang menjadi pioner perkembangan revolusi industri adalah sebuah keharusan,” ucapnya.
Proses ketiga yang harus dilakukan adalah reconfiguring the business enterprise’s intangible and tangible assets.
“Melakukan rekonfigurasi fakultas atau program studi yang ditawarkan agar sesuai dengan perkembangan zaman seperti arahan Presiden Jokowi baru-baru ini,” tambahnya.
“Tentunya, perubahan universitas untuk beradaptasi terkait Revolusi Industri 4.0 tidak bisa berjalan sendiri. Kebijakan pemerintah yang relevan dengan Revolusi Industri 4.0 dengan agility yang tinggi adalah sebuah keharusan agar tidak ketinggalan kereta,” tambahnya. (*)
Penulis: Binti Q. Masruroh
Editor: Defrina Sukma S
Sumber : http://news.unair.ac.id/2017/09/16/tantangan-universitas-menghadapi-revolusi-industri-4-0/
Daftar Fakultas Di Universitas Airlangga
  1. Fakutas Kedokteran
  2. Fakultas Kedokteran Gigi 
  3. Fakultas Hukum
  4. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
  5. Fakultas Ilmu dan Budaya
  6. Fakultas Vokasi
  7. Fakultas Sains dan Teknologi
  8. Fakultas Keperawatan
  9. Fakultas Farmasi
  10. Fakultas Perikanan dan Kelautan
  11. Fakultas Kedokteran Hewan
  12. Fakultas Psikologi
  13. Fakultas Kesehatan Masyarakat
  14. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
  15. Fakultas Pasca Sarjana

UKM Bridge Giat Torehkan Prestasi

UNAIR NEWS – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di lingkungan Universitas Airlangga (UNAIR) terus menorehkan prestasi. Salah satunya, UKM Bridge yang pada gelaran Rektor Cup IV di Universitas Brawijaya (UB), 23-24 April 2017 lalu, membawa predikat cukup memuaskan. Dalam event tingkat nasional itu, tim UKM Bridge sukses menjadi terbaik kedua. Selain dari UNAIR dan UB, peserta kompetisi ini juga berasal dari Universitas Jember, Universitas Gadjah Mada, STIS Jakarta, ITS Surabaya, dan lain sebagainya.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dari keberhasilan ini. Selama ini, UKM Bridge rutin melaksanakan latihan seminggu dua kali, Rabu dan Kamis. Saat sudah mendekati lomba, barulah diadakan pendalaman demi pendalaman.
Tiap anggota selalu melakukan sharing bersama. Termasuk, dengan para senior atau alumni. Yang menarik, mereka juga kerap mengundang kampus lain untuk latihan uji coba. Juga, terus mengikuti aneka lomba sebagai modal menambah jam terbang dan pengalaman.
“Harapan kami, semoga semua UKM di UNAIR semakin berprestasi. Termasuk, UKM Bridge, “ kata Bisma Brata Atmaja, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis angkatan 2014, penasehat kepengurusan UKM Bridge. “Mudah-mudahan UKM bisa menjadi salah satu faktor yang mendukung UNAIR meraih predikat 500 terbaik, World Class University,” tambah pria yang juga ketua Forum Komunikasi (Forkom) UKM tersebut. (*)
Sumber : http://news.unair.ac.id/2017/04/27/ukm-bridge-giat-torehkan-prestasi/
Daftar Fakultas Di Universitas Airlangga
  1. Fakutas Kedokteran
  2. Fakultas Kedokteran Gigi 
  3. Fakultas Hukum
  4. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
  5. Fakultas Ilmu dan Budaya
  6. Fakultas Vokasi
  7. Fakultas Sains dan Teknologi
  8. Fakultas Keperawatan
  9. Fakultas Farmasi
  10. Fakultas Perikanan dan Kelautan
  11. Fakultas Kedokteran Hewan
  12. Fakultas Psikologi
  13. Fakultas Kesehatan Masyarakat
  14. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
  15. Fakultas Pasca Sarjana

Minggu, 27 Agustus 2017

Hadi Shubhan: Tularkan Pengalaman Ikut PIMNAS kepada Adik Kelas

Seluruh dari 420 judul Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang dipresentasikan di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) Ke-30 tahun 2017, selesai dilakukan penjurian/penilaian, Jumat (25/8) petang. Penjurian itu dilaksanakan di berbagai fakultas di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Setelah itu dewan juri melakukan sidang dan hasilnya akan diumumkan Sabtu (26/8) malam sebelum PIMNAS Ke-30 resmi ditutup.
Sebagaimana dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya seusai penjurian PIMNAS, Tim Universitas Airlangga mengadakan pertemuan antara mahasiswa peserta, pendamping, dosen pembimbing, dan pembina kemahasiswaan. Tujuannya untuk melakukan evaluasi sebagai bahan pembelajaran pada persiapan PKM dan pelaksanaan PIMNAS tahun berikutnya.
Pertemuan itu dilaksanakan di meeting room Hotel Fave, Makassar, tempat menginap selama ambil bagian di PIMNAS. Acara digelar secara santai, bercanda sambil makan malam. Pengendali acara, Dr. Bambang Purwanto, dr., MS., meminta kepada masing-masing perwakilan PKM untuk mengisahkan apapun yang dialami dan dilakukan selama kepesertaan PIMNAS 2017. Bahkan jika ada kritikan pun hendaknya disampaikan baik kepada pembina dan panitia.
Dalam kesempatan inilah Direktur Kemahasiswaan UNAIR Dr. M. Hadi Shubhan, SH., MH., CN., berharap kepada mahasiswa UNAIR peserta PIMNAS 2017 ini untuk menyebarkan dan menularkan “virus-virus” positif PIMNAS ini kepada kawannya yang masih punya kesempatan dan belum berhasil lolos, dan terutama kepada adik-adik kelas dan ikut memotivasi.
”Beritahu, sebarkan, dan ajarkan kepada adik-adik kelas Anda tentang bagaimana membuat proposal PKM, berlatih presentasi, membuat paparan presentasi, liku-liku dan kejadian saat presentasi, penilaian juri dan sebagainya. Tularkan pengalaman baik ini, baik yang belum berhasil meraih juara, dan apalagi yang sudah meraih hasil terbaik,” kata Pak Hadi, panggilan akrab Dirmawa UNAIR itu.
Diwejangkan juga, bahwa apapun yang sudah dijalani sejak persiapan di Surabaya hingga penjurian dua hari di arena PIMNAS, hendaknya selalu disyukuri, dijadikan pengalaman yang baik bahwa tampil di ajang kompetisi ilmiah tingkat nasional merupakan prestasi yang berharga. Apalagi kompetitornya juga tidak sembarangan, dari perguruan tinggi hebat-hebat. Ada UGM, UB, ITS, ITB, UI, dsb.
”Berdoalah saja, bertahajut, memohon kepada Allah untuk diberikan petunjuk dan hasil yang terbaik. InsyaAllah hasil yang diberikan Allah akan sepadan dengan jerih payah dan ikhtiar yang sudah kita lakukan,” demikian pesan Pak Hadi.
Hal senada juga disampaikan Dr. Bambang Purwanto bahwa semua peserta hendaknya bisa menjaga perilaku yang baik, tidak berkata yang tidak seharusnya dikatakan, mencela dan menghina orang lain, apalagi bersombong diri. Intinya hendaknya berperilaku positif. Dipesankan juga untuk tidak lupa berdoa, memohon kepada Yang Maha Bijak untuk diberikan prestasi yang terbaik.
”Dari curhatan dan komentar semua peserta dan pembimbing, malam ini beritanya baik dan positif semua. Mudah-mudahan ini akan membawa hasil sepadan seperti yang hita harapkan,” demikian Bambang, staf pengajar Fakultas Kedokteran UNAIR itu. 
Sumber : http://news.unair.ac.id/2017/08/25/hadi-shubhan-tularkan-pengalaman-ikut-pimnas-kepada-adik-kelas/
Daftar Fakultas Di Universitas Airlangga
1.      Fakutas Kedokteran
3.      Fakultas Hukum
6.      Fakultas Vokasi
8.      Fakultas Keperawatan
9.      Fakultas Farmasi
Cari Artikel terkait Riset Anda : http://repository.unair.ac.id/

PKM Mahasiswa UNAIR Peraih Medali di Arena PIMNAS Ke-30 Makassar

Dari sebelas tim PKM Universitas Airlangga yang tampil pada final Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) Ke-30, di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Tim “Biru Kuning” ini berhasil meraih total medali, baik presentasi dan poster: 2 emas, 5 perak, 1 perunggu atau komposisi 2-5-1.
Rinciannya, pada presentasi sebagai lomba utama dalam PIMNAS, mahasiswa UNAIR meraih dua medali emas dan tiga keping medali perak. Dua emas tersebut dipersembahkan tim PKM Pengabdian Masyarakat (PKMM) kelas-3. Judul PKM-nya “BILQIS (Bio Liquid Smoke): Pemanfaatan Asap Cair Dari Kulit Siwalan Sebagai Pengawet Ikan Dalam Upaya Menciptakan Peluang Usaha Baru Masyarakat Dusun Ngareng, Desa Jatimulyo, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban”.
Kelompok PKM dari mahasiswa Fakultas Keperawatan UNAIR tersebut diketuai oleh Ika Zulkafika Mahmudah, dengan empar kawan anggotanya Tutut Dwi Cahyati, Teguh Dwi Saputro, Inas Pramitha Abdini Haq, dan Sutra Mahardika.
Satu medali emas lagi dihadirkan oleh Ayu Tarantika Indreswari, Vita Fitria, Galuh Damar, Nurul Azizah, dan Beatrice, mahasiswa Fakultas Farmasi UNAIR. Mereka presentasi di PKM Penelitian Eksakta (PKMPE) kelas-4, mengusung judul ”Pengembangan Reservoir Patch Transderma Dexorubicin dengan Pembawa Polyvinil Alcohol dan Ethil Cellulose Sebagai Solusi Kemoterapi Kanker Payudara yang Mutakhir dan Nyaman”. Selain medali emas presentasi, poster PKM ini juga meraih medali perunggu (juara III).
Sedangkan kepingan medali perak presentasi, antara lain lahir dari PKM-GT (Gagasan Tertulis) yang berjudul ”SLIMME HUIS: Konsep Pemukiman Kota Masa Depan Berbasis Sustainable Energy sebagai Upaya Penanggulangan Krisis Energi Menuju Target SDGs 2030”. Tim ini diketuai Hatif Indra Nur Septiyanti. Selain perak presentasi, karya poster PKM “Slimme huis” ini juga meraiah medali perak (juara II).
Medali perak presentasi kedua lahir dari kelas 3 PKM-PE. Abdullah Hasib (FKH 2013). Risaldi Muhammad (FKH 2014), Talita Yuanda Reksa (FKH 2014), dan Alvina Ulimaz A (FKH 2015) mempresentasikan PKM berjudul ”Pemanfaatan Madu Lebah Hutan Tropis Sumbawa (Apis Dorsata) Terhadap Peningkatan Fertilitas Telur Burung Endemik Indonesia Kacer Hitam (Copshycus Saularis) Sebagai Upaya Peningkatan Populasi Satwa”. PKM itu dibawah bimbingan Dr. Erma Safitri, drh., M.S, dosennya di FKH UNAIR.
Satu medali perak presentasi lagi dari PKM-PE kelas-5, dengan judul PKM “Studi In Vivo Vascular Graft Hollow Fiber PLLA Coating Kitosan Kolagen Solusi Penyakit Kardiovaskular Akibat Atherosklerosis.”
Karya ilmiah tersebut disusun oleh lima mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR yaitu Iffa Aulia Fiqrianti (ketua tim), Claudia Yolanda Savira, Muhammad Abdul Manaf, Fitria Renata Bella, dan Nadia Rifqi Cahyani, dibawah bimbingan Dr. Prihartini Widiyanti drg., M.Kes.
”Secara fair saya mensyukuri sekali medali perak ini, dan saya akui bahwa baik makalah dan presentasi yang meraih emas (mahasiswa Undip di kelas-5 PKMPE – red) memang lebih baik. Mereka kelihatan sakali kalau sangat memahami mengenai topik yang disampaikan,” kata Muhammad Abdul Manaf, usai penutupan PIMNAS kepada unair.news.
Sumber : http://news.unair.ac.id/2017/08/27/pkm-mahasiswa-unair-peraih-medali-di-arena-pimnas-ke-30-makassar/
Daftar Fakultas Di Universitas Airlangga
1.      Fakutas Kedokteran
3.      Fakultas Hukum
6.      Fakultas Vokasi
8.      Fakultas Keperawatan
9.      Fakultas Farmasi
Cari Artikel terkait Riset Anda : http://repository.unair.ac.id/

Jumat, 18 Agustus 2017

Langganan ’Cumlaude’, Cristabella Wisudawan Terbaik S3 FH UNAIR

Reifon Cristabella Eventia, SH., M.H., tidak pernah setengah-setengah dalam menjalani pendidikan. Selama kuliah S-1 hingga S-3, perempuan yang akrab disapa Cristabella ini selalu lulus dengan predikat cumlaude. Ia lulus S-3 FH UNAIR dengan IPK sebesar 3.81.
Berbagai prestasi pernah ditorehkan Cristabella, salah satunya yakni keikutsertaannya dalam Sandwich Programme Leiden Law School pada tahun 2014 dibawah bimbingan Prof. Jan M. Helby. Ia tercatat sebagai satu-satunya praktisi di UNAIR yang mengikuti program tersebut.
Perempuan kelahiran Kota Malang, 12 Maret 1989 ini membuat disertasi dengan judul “Prinsip Hukum Dalam Pembentukan dan Pelaksanaan Kontrak Bangun Guna Serah (Build, Operate, and Transfer/BOT)”. Disertasi tersebut membahas dua topik penting. Pertama, prinsip hukum dalam pembentukan kontrak BOT terutama prinsip transparansi dan prinsip kemitraan. Kedua, prinsip hukum dalam pelaksanaan kontrak BOT yang meliputi prinsip pengendalian dan pengelolaan risiko.
“Dewasa ini di Indonesia, masalah kontrak BOT begitu diminati dalam rangka pembangunan infrastruktur. Tetapi sampai saat ini belum ada Undang-undang khusus yang mengaturnya,” tuturnya.
Selama menempuh studi Doktoral, Cristabella berusaha membagi waktu dengan baik antara kuliah dan kerja. Sejak 2014, ia berprofesi sebagai advokat di Law Firm Sutrisno, SH, M.Hum and Associates. Sebelumnya, ia sempat menjadi advokat magang selama tiga tahun di sana.
“Saat menyelesaikan studi S-3 dulu, selain sempat kesulitan membagi waktu, saya juga perlu usaha lebih untuk mendapatkan literature terkait dengan topik penelitian saya, mengingat sangat minimnya literature yang ada di Indonesia. Saya bersyukur karena saya dapat menemukan banyak literature saat berada di Leiden University,” kata alumni SMAN 1 Palangkaraya itu.
Meski memiliki banyak kesibukan, Cristabella tetap aktif mengikuti pendidikan non-formal untuk menunjang karirnya. Tidak kurang dari 16 pendidikan non-formal pernah diikutinya.
Selain menjalani kesibukan sebagai advokat, Cristabella harus rela pulang pergi Kalimantan-Surabaya untuk menjalani bisnis keluarga. Ia juga berencana membuka Law Firm sendiri dan menerima tawaran menjadi dosen pada salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya.
“S-3 adalah jenjang pendidikan tertinggi, maka begitu banyak suka-duka yang harus dilewati, sehingga harus dijalani dengan kesungguhan, kerja keras, dan pantang menyerah,” kata penerima penghargaan dari Panglima Kodam V/Brawijaya sebagai wisudawan terbaik Universitas Merdeka Malang ini.
Sumber : http://news.unair.ac.id/2017/03/20/langganan-cumlaude-cristabella-wisudawan-terbaik-s3-fh-unair/
Daftar Fakultas Di Universitas Airlangga
  1. Fakutas Kedokteran
  2. Fakultas Kedokteran Gigi 
  3. Fakultas Hukum
  4. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
  5. Fakultas Ilmu dan Budaya
  6. Fakultas Vokasi
  7. Fakultas Sains dan Teknologi
  8. Fakultas Keperawatan
  9. Fakultas Farmasi
  10. Fakultas Perikanan dan Kelautan
  11. Fakultas Kedokteran Hewan
  12. Fakultas Psikologi
  13. Fakultas Kesehatan Masyarakat
  14. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
  15. Fakultas Pasca Sarjana
Cari Artikel terkait Riset Anda : http://repository.unair.ac.id/